n

Demi Game Online, Pengantin Pria Tak Datang Ke Upacara Pernikahannya
Portal Orange - Bermain games memang dapat melepaskan kebosanan dan stres. Tetapi jika seseorang telah mencapai tingkat kecanduan, hal ini akan merusak diri sendiri, keluarga bahkan harapan yang selama ini diimpikan. Kisah yang miris ini akan membuka mata kita.

Harapan akan pernikahan yang romantis dan indah seketika pupus saat pengantin wanita harus berdiri sendirian di depan altar gereja. Seluruh tamu telah hadir, pastor telah memulai pemberkatan pernikahan ... Namun setelah menunggu selama 3 jam, pengantin pria tak juga muncul. Ternyata, pengantin pria yang hilang tersebut ditemukan sedang asyik bermain games "Mini Defense of the Ancients 2". Dilansir oleh altervista.org, sang pengantin pria rela menunda upacara pernikahan demi mendapatkan item langka dalam games yang ingin dimenangkannya.

Demi game ini, seorang pria tak hadir di upacara pernikahannya | Foto: copyright merdeka.com
Demi game ini, seorang pria tak hadir di upacara pernikahannya | Foto: copyright merdeka.com


Pengantin wanita mengatakan, sang pria telah terjangkit kecanduan bermain game online sejak lama. Tetapi ia tak menyangka sang kekasih bakal lebih memilih game online favoritnya daripada pernikahan mereka. Sang pria telah berjanji pada pengantin wanita untuk berhenti bermain game online sebelum hari pernikahan mereka. Menyedihkan, sang pria justru berada di warnet bukannya di gereja untuk melangsungkan pernikahan yang telah dinanti-nantikan.

Tangisan Pengantin Wanita | Foto: copyright altervista.org
Tangisan Pengantin Wanita | Foto: copyright altervista.org



Setelah insiden ini terjadi, kedua pengantin ini memutuskan untuk berpisah. Sang pengantin pria dibawa ke panti rehabilitasi untuk mengobati kecanduannya. "Saya tahu, ia akan memberikan kesempatan kedua setelah saya sembuh," ujar pengantin pria tentang harapannya. Kisah yang terjadi di Filipina ini membuka mata kita bahwa keberadaan teknologi yang begitu canggih, jika tidak disikapi dengan baik justru akan membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Semoga kisah seperti ini tidak terulang kembali ya

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.