n





Dibonceng. image: dok.Alawi Ubaid




Tadi malam, Dahlan Iskan Ziarah ke pusara KH. Abdullah Faqih di Langitan, Widang Tuban. Dia terjebak kemacetan di daerah Gresik selama satu jam. Hal itu terjadi karena dia tidak menggunakan pengawalan secara khusus sebagaimana di lakukan menteri yang lain.

Ketika sampai di Langitan dia lantas masuk di area pesantren, namun letak maqbarah Kiai Faqih ternyata agak jauh dari pesantren sehingga dia dibonceng sepeda motor oleh cucu kiai Faqih ke tempat yang dituju.

Saya sendiri sejak kecil sering ke pesantren Langitan karena semua keluarga belajar di pesantren ini kecuali saya. Selain masih berada di satu kabupaten, Kiai Faqih yang tawadlu’ itu sering datang ke desa saya. Bahkan, beliau datang ketika salah santrinya yang masih ada hubungan keluarga dengan saya meninggal dunia. Terakhir kali saya bertemu beliau, saat sowan hari raya idul fitri lalu.

Dalam momen ini dia juga tidak membawa wartawan Jawa Pos miliknya. Saya mengetahui kedatangannya di Langitan justru dari foto teman Face Boook saya yang kebetulan cucu kiai Faqih. Para santri hanya mengabadikan momen ini dengan kamera HP. Mungkin dia tidak ingin lagi dikatakan sebagai pencintraan di media massa yang sering ‘dituduhkan’ padanya.

Dimakam, dia berbaur dengan peziarah lain tanpa meminta tempat. Dia tetap berada di belakang peziarah lain, sehingga di antara peziarah tidak menyangka jika ada seorang menteri berada di belakang mereka. Apalagi dia hanya berpakaian sederhana dengan sandal jepit.

 Di Makam/ image: dok.Alawi Ubaid


Saya hanya berharap, kepada menteri yang lain agar tidak jadi kaum penikmat di atas penderitaan rakyat. Jika rakyat mengalami kemacetan, seharusnya dia juga mendapatkan hal yang sama. Jika rakyat masih banyak yang hidup di bawah kelayakan, saharusnya dia juga hidup sederhana.

 

Sumber: Kompas

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.